Advertisements
Connect with us

Tech

Apple Kembali Kalah vs Qualcomm di Pengadilan

Published

on

Usai China terkena dampak dari perang Apple vs Qualcomm, sekarang berlanjut lagi di Jerman. Apple diketahui harus menarik iPhone 7 dan iPhone 8 dari toko-toko resminya,

Penarikan dari ponsel itu dilakuakn usai Qualcomm memenangkan kasusnya dengan Apple di District Court of Munich. Di dalam persidangan itu, Apple telah terbukti melanggar properti intelektual milik dari Qualcomm mengenai teknik penghematan daya di Ponsel.

Seperti disalin Baca.news dari CNBC, Aplle kini telah memulai untuk naik banding di dalam kasus itu. Tetapi, secara paralel, mereka juga telah memberhentikan penjualan iPhone 7 dan iPhone 8 di 15 Apple Store yang ada di Jerman,

Walaupun begitu, kedua model iPhone itu tetap tersedia lewat peritel pihak ketiga serta operator seluler. iPhone dengan model baru seperti iPhone XS dan XR tak terdampak dari putusan pengadilan itu.

Qualcomm sebelumnya telah memenangkan kasus serupa dari Apple di China. Apple juga dilarang menjual iPhone sebelumnya walau punya cara lain untuk menjual dengan cara melakukan modifikasi pada animasi iOS untuk penggunanya di China.

Langkah yang sama sebenarnya juga sempat diterapkan Apple di Jerman, dengan cara memodifikasi iOS di Jerman dengan cara pengguna untuk mencari daftar kontak. Tetapi, putusan pengadilan yang terbaru mengenai manajemen daya sepertinya akan sulit dilakukan hanya dengan sekedar pembaharuan software saja.

Advertisements
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tech

Fitur Baru Facebook berupa Petisi Politik

Published

on

Facebook bakal menambahkan fitur petisi politik di layanan media sosial miliknya pada hari ini. Tetapi, fitur terbaru ini baru tersedia untuk pengguna yang ada di Amerika Serikat saja dengan fitur Community Action.

Di Indonesia sendiri, masyarakat biasa melakukan petisi online lewat situs Change.org.

Petisi yang dibuat oleh pengguna nantinya bakal muncul di News Feed pengguna lainnya. Fitur tersebut dapat dipergunakan oleh komunitas di daerah tertentu agar bisa mendorong wakil mereka di Dewan Perwakilan untuk bisa membuat perubahan.

Petisi juga dapat dipergunakan untuk bisa menekan politisi ataupun birokrat atas agenda yang telah mereka buat.

“Community Action adalah cara bagi pengguna untuk melakukan advokasi untuk perubahan dalam komunitas mereka dan bekerjasama dengan pejabat terpilih dan lembaga pemerintah untuk menciptakan solusi,” ungkap Juru Bicara Facebook.

Mudahnya, membuat petisi hanya perlu menuliskan deskripsi serta menandai tokoh politik yang relevan lalu menunggu hasil polling.

Para pengguna juga dapat melihat total orang yang mendukung petisi, namun, pengguna hanya dapat melihat nama dari teman-teman atauh tokoh publik yang mendukung petisi.

Advertisements
Continue Reading

Tech

Apakah Negara Bisa Klaim Bulan sebagai Miliknya?

Published

on

Sederet negara dan perusahaan sedang menelusuri tentang permukaan bulan agar bisa mencari sumber daya berharga dari satelit bumi.

Tetapi, apakah ada regulasi yang mengatur tentang eksploitasi dan klaim dari kepemilikan Bulan?

Sampai dengan hari ini, sudah 50 tahun sejak Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan.

“Langkah kecil bagi seorang manusia,” kata astronot Amerika Serikat yang terkenal itu, “tapi lompatan besar bagi peradaban manusia.”

Tidak lama setelahnya, Buzz Aldring pun bergabung untuk menjelajah permukaan dari bulan yang sering disebut dengan istilah Sea of Tranquility.

Menurut data, tak ada lagi manusia yang datang ke Bulan sejak tahun 1972. Tetapi, situasi tersebut segera berubah oleh karena perusahaan menyatakan bahwa ketertarikan mereka untuk eksplor bulan. Bahkan, untuk bisa mencari tambang seperti emas serta sumber daya lain.

Merujuk pada ketentuan PBB, tak ada satu negara atau entitas apapun yang bisa mengklaim hak milik atas benda di luar angkasa.

Potensi kepemilikan benda astronomis sudah menjadi perdebatan sejak penjelajahan luar angkasa dimulai pada era Perang Dingin.

Advertisements
Continue Reading

Tech

Bocoran Google Pixel 3 Lite Terungkap

Published

on

Bocoran yang telah beredar mengenai ponsel Google Pixel 3 Lite saat ini telah bertambah. Kini, bahkan juga berbentuk video review yang cukup singkat.

Oleh karena seringnya video bocoran mengenai lini dari ponsel Pixel ini justru sudah seperti tradisi saja. Semua bocoran tersebut muncul dari Eropa Timur.

Menurut bocoran terbaru, pad amulanya, muncul di akun YouTube yang bernama Andro News. Kini, video aslinya telah dihapus, namun ada juga yang lainnya mengunggah ulang.

Ponsel yang mempunyai kode Sargo itu menjalankan prosesor Snapdragon 670 serta dilengkapi dengan RAM 4 GB. Bentuknya sangat mirip dengan Pixel 3, yaitu dengan adanya bezel yang tipis, walau kamera depannya hanya satu.

Bentuk bodinya juga terbuat dari plastik, bukan metal seperti saudaranya yang telah lebih dulu diluncurkan. Pixel 3 Lite juga memiliki port audio 3,5 mm dengan layar yang berukuran 5,56 inch 2220×1080 pixel lalu dilengkapi dengan baterai 2.915 mAh.

Walau spesifikasinya rendah jika dibandingkan dengan Pixel 3, video tersebut menjelaskan bila Pixel 3 Lite punya kamera yang sama dengan Pixel 3, yaitu sensor 12 MP dengan ukuran pixel 1,4 mikron.

Advertisements
Continue Reading

Trending