Advertisements
Connect with us

Business

Digandeng Pegatron, Begini Pergerakan Saham PT Sat Nusapersada

Published

on

Perusahaan yang merakit iPhone asal Taiwan, Pegatron bakal bekerjasama dengan perusahaan lokal untuk bisa menjalankan bisnisnya di Indonesia. Perusahaan yang digandeng diantaranya yaitu PT Sat Nusapersada Tbk.

Sebagai salah satu perusahaan yang terbuka, pergerakan saham perusahaan dengan kode PTSN itu cukup positif belakangan ini.

Seperti disalin Baca.news dari Data RTI, saham dari perseroan meningkat drastis jika dibandingkan dengan awal tahun. Pada tanggal 2 Januari 2018, saham dari PTSN tercatat seharga Rp190 per-sahamnya. Saham dari perusahaan itu perlahan naik pada tanggal 2 Februari yang mencatatkan ke angka Rp218 lalu naik lagi menjadi Rp222 pada 2 Mei 2018.

Pada tanggal 2 Agustus, saham PTSN melonjak hingga Rp350 lalu pada 2 November meroket kembali ke angka Rp476, hingga pada tanggal 2 Desember mencapai Rp610.

Hari ini, saham dari PTSN ditutup pada level Rp645 per-sahamnya. Kalau dibandingkan dengan satu hari sebelumnya, saham perusahaan ini naik 70 poin sebanyak 12,17%.

Saham dari PTSN sempat berada di level tertinggi Rp710 dan terendah pada Rp515 per-sahamnya. Saham dari perusahaan ditransaksikan sebanyak 783 kali dengan volume 20.850 lot. Adapun nilai dari transaksi saham mencapai Rp1,3 miliar.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Sat Nusapersada mengatakan bahwa mereka akan menjalin kerjasama dengan Pegatron Corporation.

“Perusahaan perakitan elektronik terbesar kedua di dunia, Pegatron Corporation akan melakukan kerjasama dengan Satnusa untuk merakit berbagai produk elektronik yang akan di ekspor ke Amerika Serikat,” tulisnya.

Advertisements

Business

Ribuan Milenial Antre di Convention Center Santika Medan

Published

on

Pada hari ini, ada ribuan mileneal yang memadati Convention Center di Hotel Santika Medan, Sumatera Utara. Mereka bakal mengikuti acara Creativepreneur Event Creator.

Menurut pantauan dari Baca.news, peserta sudah memadati halaman depan hotel sejak pukul 09.00 WIB. Mereka terlihat sangat antusias mengantre untuk bisa masuk ke dalam tempat acara.

Adapun salah satu peserta, Azwar Anies sudah mengantre dari pagi, Ia mengaku sangat senang bisa mengikuti acara itu karena menghadirkan banyak pembicara.

Dengan adanya banyak pembicara dapat menambah informasi untuknya. Hal ini karena Ia merupakan seorang pengusaha.

“Pertama karena mau nambah ilmu tentang urusan kreatif usaha. Kan saya usaha pisang nugget juga,” tegasnya.

Ia juga mengharapkan untuk acara ini bisa membuka pikiran dari anak muda agar membuka banyak lapangan kerja ke depannya.

“Harapannya ke depan kita, milenial jadi mindset kita berubah dari kerja jadi memberikan pekerjaan. Supaya 2025 sudah boom kan umur-umur produktif bisa memberikan kontribusi,” terang dia.

Advertisements
Continue Reading

Business

E-Commerce Indonesia Paling Pesat di Asia Tenggara

Published

on

Indonesia diketahui tercatat sebagai negara dengan perkembangan e-commerce terbesar dan tercepat di Asia Tenggara.

Bermula dari indekos, ada 6 orang mulai menjalankan usaha Bukalapak. Tidak mengira kalau bisnis perdagangan elektronik ini justru bisa berkembang dengan sangat pesat hingga punya 1.500 pegawai dengan total 2,4 juta pedagang online di dalamnya.

Dalam 8 tahun, perusahaan ini berhasil mengembangkan sayapnya sampai dengan mencapai nilai pasar 1 miliar dolar AS atau setara dengan 14,2 triliun rupiah.

Ini bisa dibilang sejajar dengan perusahaan sekelas Indosat. Tren perdagangan elektronik pun meningkat. Belum terjamah Amazon, seperti layaknya di Eropa dan Amerika, persaingan telah sangat terasa di Indonesia.

Pasar ini juga diramaikan oleh Tokopedia, Lazada hingga Shopee. Perusahaan-perusahaan ini tentu punya cara tersendiri untuk bisa berkompetisi.

Shopee diketahui berbasis di Singapura, pemegang saham terbesarnya ialah Tencen, raksasa internet yang berasal dari China. Lazada juga berbasis di Singapura yang berada di bawah naungan Alibaba.

Sampai dengan September 2018 kemarin, menurut survei yang dirilis oleh Kata Data, Tokopedia dan Bukalapak masih menjadi penguasa pasar dengan 153 juta kunjungan dan 96 juta per-bulannya.

Advertisements
Continue Reading

Business

Dunia E-commerce Indonesia masih Mengkhawatirkan bagi Konsumen

Published

on

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menganggap bahwa dunia e-commerce Indonesia masih sangat mengkhawatirkan bagi konsumen.

Hal ini terbukti dengan banyaknya pengaduan transaksi e-commerce yang mencapai 30 aduan dari 500 aduan sejak bulan September 2017.

Ia menganggap bahwa kasus yang terjadi kepada konsumennya juga bermacam-macam, mulai dari transaksi travel sampai dengan pembelian barang di toko online.

“Bisa beli barang ataupun travel. Banyak juga yang menipu,” tukas Rolas Sitinjak, Wakil Ketua BPKN-RI.

Rolas juga sempat mengatakan beberapa nama e-commerce yang diduga punya kasus aduan konsumen, paling banyak berasal dari kasus transaksi travel.

“Yang paling banyak Traveloka karena sampai ada gugatan, kalau ada persoalan sampai harus ke Singapura,” ujarnya.

Tak cuma itu saja, ada juga nama marketplace jual-beli barang yang disebutkan olehnya. “Lazada dan Tokopedia juga ada, mungkin karena mereka besar jadi banyak masalah juga,” pungkasnya.

Rolas turut menceritakan bahwa pernah ada satu kasus penipuan yang aduannya sampai ke BPKN, bahka, kasus itu berhubungan dengan bea cukai.

“Ada satu kasus beli stroller bayi dilihat harganya murah, barang mahal harganya murah. Saat ditransfer uangnya barangnya mau dikirim, eh ditelpon bea cukai kalau barangnya nggak benar, ini modus penipuan,” tutup Rolas.

 

Advertisements
Continue Reading

Trending