Advertisements
Connect with us

Internasional

Rupiah Melemah, Menko Darmin: Dunia Ini Aneh Sekali

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan bahwa salah satu yang disoroti olehnya yaitu nilai tukar rupiah yang dipicu penangkapan putri dari pendiri telekomunikasi China, Huawei, Meng Wanzhou kemarin.

Dolar Amerika Serikat (AS) diketahui kembali menguat yang sebelumnya sudah melemah ke level Rp14.300 lalu menguat kembali ke angka Rp14.500.

Seperti disalin Baca.new dari laman Reuters, dolar Amerika Serikat tercatat sudah setara dengan Rp14.539 pada hari ini. Ruang gerak dari dolar AS juga cukup panjang dengan level Rp14.373 sampai Rp14.542.

Darmin mengatakan cukup heran dengan respons dari pasar global terhadap kasus ini. Apalagi respon dari pasar justru menekan nilai dari mata uang rupiah.

“Ya, tahu tahu melemah, ini memang dunia ini aneh sekali. Ada CFO nya Huawei ditangkap, malah goyang dunia,” terangnya.

Darmin juga menuturkan kalau keadaan pasar yang memburuk telah terjadi usai ditangkapnya petinggi Huawei cukup berlebihan.

“Pasar itu ada penyakitnya satu, rada suka lepas dia reaksinya, berlebihan,” ucapnya.

Walaupun begitu, Darmin meyakini kalau penguatan nilai rupiah bisa terjadi asalkan pemerintah Indonesia terus menjaga iklim pasar.

“Ada tetap ada, yang penting kita tetap pelihara confidence dari market. Kita bikin kebijakan misalnya untuk ekspor apa, kita pelan pelan lah, satu per satu dipelihara iklim dan confidence nya, itu (nilai rupiah) akan menguat,” tutupnya.

Advertisements
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Internasional

Majalah Vogue Minta Maaf karena Salah Identifikasi Jurnalis

Published

on

Majalah Vogue telah meminta maaf oleh karena salah mengidentifikasi jurnalis Muslim Amerika Serikat, Noor Tagouri sebagai aktris Pakistan di dalam Edisi Februari 2019 mereka.

Wanita yang berusia 24 tahun tersebut mengatakan bahwa Ia merasa hancur usai menemukan nama Noor Bukhari dicetak pada sebelah fotonya.

Tagouri mengatakan bahwa kesalahan ini menjadi masalah yang konstan untuk muslim di Amerika Serikat.

Ia pun juga mendapatkan dukungan luas di media sosial oleh karena menyuarakan hal tersebut. Di Instagram, jurnalis serta aktivis itu membagikan sebuah video yang diambil langsung oleh suaminya waktu Ia membuka majalah untuk pertama kalinya.

Pada mulanya, Ia kesenangan, “Keren sekali! Saya sangat senang.”

Lalu, saat Ia menyadari ada kesalahan, Ia pun berkata, “Tunggu, tunggu”. Dia nampak tak percaya, menutup majalah dan berkata, “Apakah ini bercanda?”

Advertisements
Continue Reading

Internasional

Hakim Batalkan Peraturan Baru Donald Trump

Published

on

Satu orang hakim federal Amerika Serikat sudah mementahkan peraturan baru yang digaungkan Presiden Donald Trump mengenai keluarga berencana.

Aturan tersebut pada mulanya memperbolehkan perusahaan dan pemberi asuransi untuk menolak menyediakan alat kontrasepsi kalau hal tersebut melanggar keyakinan agama atau prinsip moral.

Kalau tak ada masalah, aturan tersebut bakal berlaku di Amerika Serikat pada 14 Januari 2019.

Tetapi, Hakim Wendy Beetleston dari Philadelphia mengabulkan permintaan dari Jaksa Negara Bagian Pennsylvania dan New Jersey agar bisa menolak aturan itu.

Hakim menganggap bahwa aturan tersebut akan mempersulit banyak perempuan mendapatkan alat kontrasepsi secara gratis dan akan menjadi beban untuk banyak negara bagian.

Putusan itu sejalan dengan putusan dari seorang hakim di Negara Bagian California yang hanya mencakup 13 negara bagian dan Washington DC.

Pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama, ada sekitar 55 juta perempuan bisa mendapatkan manfaat dari aturan Keluarga Berencana yang mewajibkan semua perusahaan menyediakan alat kontrasepsi secara gratis.

Tetapi, Trump sebelumnya berjanji akan menghapus kewajiban itu.

Advertisements
Continue Reading

Internasional

Dampak Buruk Trump Tarik Pasukan dari Suriah

Published

on

Seorang pangeran senior di Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Turki Al-Faisal mengatakan bila penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah bakal memperburuk kondisi di negara yang masih dilanda perang itu.

Di dalam wawancara dengan BBC, Pangeran Turki itu mengatakan bila dunia kini bersalah oleh karena menelantarkan warga Suriah serta rencana dari penarikan pasukan AS.

“Tindakan AS, dari sudut pandang saya, akan semakin membuat situasinya lebih kompleks, dan bukannya malah menciptakan solusi, dan ini membuat tidak saja Iran semakin berpengaruh, namun juga Rusia dan Bashar al-Assad.” terangnya.

“Jadi dari sudut pandang tersebut tentu saja ini merupakan perkembangan yang sangat negatif.”

Presiden AS, Donald Trump diketahui menyatakan kemenangan atas ISIS di Suriah dan menyatakan bila Ia akan menarik 2 ribu tentaranya dari negara itu.

Pangeran Faisal menuturkan kalau mundurnya Menteri Pertahanan AS, James Mattis juga tak membantu keadaan.

“Jelas sekali dia berbeda pendapat dengan pemerintah mengenai kebijakan di Suriah, jadi dalam konteks ini kalau dia masih menjabat ini akan berarti pertanda lebih positif bagi kebijakan untuk tetap berada di sana.”

Pangeran Faisal tak lagi punya jabatan di dalam pemerintahan Arab Saudi tetapi BBC mengatakan bahwa pandangannya kemungkinan besar menggambarkan pandangan resmi dari pemerintah Arab Saudi.

Advertisements
Continue Reading

Trending