Advertisements
Connect with us

Internasional

Presiden Amerika Serikat ke-41 Meninggal Dunia

Published

on

Presiden Amerika Serikat (AS) yang ke-41, George Herbert Walker Bush diberitakan sudah meninggal dunia di Houston, Texas pada usia yang ke 94 tahun.

Tokoh yang lahir di Milton, Massachusettts ini sangat terkenal karena pernah memerintahkan militer Amerika Serikat untuk mengusir tentara Irak dari Kuwait.

Istrinya, Barbara Bush, sudah meninggal dunia pada 17 April 2018 silam. Tidak lama setelah istrinya meninggal, Bush diketahui mendapat perawatan intensif karena adanya infeksi. Kondisi fisiknya telah rapuh lalu kian menurun sejak kala itu. Ia juga sempat masuk ke rumah sakit.

Bush diketahui lahir di dalam keluarga yang kaya raya. Darah politiknya telah mengalir dari sang ayah, Prescott Bush, merupakan seorang pengusaha yang terjun ke politik lalu menjadi seorang senator dari Connecticut.

Ia menikahi Barbara pada tahun 1945 silam, Bush mempunyai 6 orang anak, yaitu Presiden Amerika ke 43, George, Robin, John atau yang biasa dipanggil dengan nama sapaan, Jeb, Neil, Marvin, dan Dorothy.

Bush menjadi lulusan ekonomi di Universitas Yale, salah satu sekolah Ivy League di Amerika Serikat yang terkenal dengan kesempurnaan akademis serta elitismenya.

Bush muda juga sempat bergabung dengan angkatan laut Amerika Serikta usai lulus dari Sekolah Menengah Atas. Ia bahkan juga menjadi pilot termuda di angkatan laut Amerika Serikat kala itu. Ia pernah diturunkan dalam beberapa operasi saat Perang Dunia ke-II.

Selama menjabat di Gedung Putih, George HW Bush dikenal sebagai Presiden yang sukses dengan politik luar negerinya. Tetapi, Ia dikenal tak begitu hebat menyelesaikan masalah di dalam negeri.

Advertisements

Internasional

Majalah Vogue Minta Maaf karena Salah Identifikasi Jurnalis

Published

on

Majalah Vogue telah meminta maaf oleh karena salah mengidentifikasi jurnalis Muslim Amerika Serikat, Noor Tagouri sebagai aktris Pakistan di dalam Edisi Februari 2019 mereka.

Wanita yang berusia 24 tahun tersebut mengatakan bahwa Ia merasa hancur usai menemukan nama Noor Bukhari dicetak pada sebelah fotonya.

Tagouri mengatakan bahwa kesalahan ini menjadi masalah yang konstan untuk muslim di Amerika Serikat.

Ia pun juga mendapatkan dukungan luas di media sosial oleh karena menyuarakan hal tersebut. Di Instagram, jurnalis serta aktivis itu membagikan sebuah video yang diambil langsung oleh suaminya waktu Ia membuka majalah untuk pertama kalinya.

Pada mulanya, Ia kesenangan, “Keren sekali! Saya sangat senang.”

Lalu, saat Ia menyadari ada kesalahan, Ia pun berkata, “Tunggu, tunggu”. Dia nampak tak percaya, menutup majalah dan berkata, “Apakah ini bercanda?”

Advertisements
Continue Reading

Internasional

Hakim Batalkan Peraturan Baru Donald Trump

Published

on

Satu orang hakim federal Amerika Serikat sudah mementahkan peraturan baru yang digaungkan Presiden Donald Trump mengenai keluarga berencana.

Aturan tersebut pada mulanya memperbolehkan perusahaan dan pemberi asuransi untuk menolak menyediakan alat kontrasepsi kalau hal tersebut melanggar keyakinan agama atau prinsip moral.

Kalau tak ada masalah, aturan tersebut bakal berlaku di Amerika Serikat pada 14 Januari 2019.

Tetapi, Hakim Wendy Beetleston dari Philadelphia mengabulkan permintaan dari Jaksa Negara Bagian Pennsylvania dan New Jersey agar bisa menolak aturan itu.

Hakim menganggap bahwa aturan tersebut akan mempersulit banyak perempuan mendapatkan alat kontrasepsi secara gratis dan akan menjadi beban untuk banyak negara bagian.

Putusan itu sejalan dengan putusan dari seorang hakim di Negara Bagian California yang hanya mencakup 13 negara bagian dan Washington DC.

Pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama, ada sekitar 55 juta perempuan bisa mendapatkan manfaat dari aturan Keluarga Berencana yang mewajibkan semua perusahaan menyediakan alat kontrasepsi secara gratis.

Tetapi, Trump sebelumnya berjanji akan menghapus kewajiban itu.

Advertisements
Continue Reading

Internasional

Dampak Buruk Trump Tarik Pasukan dari Suriah

Published

on

Seorang pangeran senior di Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Turki Al-Faisal mengatakan bila penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah bakal memperburuk kondisi di negara yang masih dilanda perang itu.

Di dalam wawancara dengan BBC, Pangeran Turki itu mengatakan bila dunia kini bersalah oleh karena menelantarkan warga Suriah serta rencana dari penarikan pasukan AS.

“Tindakan AS, dari sudut pandang saya, akan semakin membuat situasinya lebih kompleks, dan bukannya malah menciptakan solusi, dan ini membuat tidak saja Iran semakin berpengaruh, namun juga Rusia dan Bashar al-Assad.” terangnya.

“Jadi dari sudut pandang tersebut tentu saja ini merupakan perkembangan yang sangat negatif.”

Presiden AS, Donald Trump diketahui menyatakan kemenangan atas ISIS di Suriah dan menyatakan bila Ia akan menarik 2 ribu tentaranya dari negara itu.

Pangeran Faisal menuturkan kalau mundurnya Menteri Pertahanan AS, James Mattis juga tak membantu keadaan.

“Jelas sekali dia berbeda pendapat dengan pemerintah mengenai kebijakan di Suriah, jadi dalam konteks ini kalau dia masih menjabat ini akan berarti pertanda lebih positif bagi kebijakan untuk tetap berada di sana.”

Pangeran Faisal tak lagi punya jabatan di dalam pemerintahan Arab Saudi tetapi BBC mengatakan bahwa pandangannya kemungkinan besar menggambarkan pandangan resmi dari pemerintah Arab Saudi.

Advertisements
Continue Reading

Trending