Advertisements
Connect with us

Internasional

Menkeu Malaysia Tuntut Goldman Sachs US$7,5 Miliar

Published

on

Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guang Eng telah menuntut supaya Goldman Sachs membayar US$ 7,5 miliar di dalam reparasi hubungannya dengan Dana Negara 1mDB yang diterpa skandal besar.

Tuntutan tersebut diungkapkan menjadi tambahan kesengsaraan dari salah satu raksasa Wall Street itu.

Seperti disalin Baca.news dari laman AFP, Goldman telah menghadapi sorotan yang semakin meningkat atas hubungannya dengan 1MDB oleh karena Bank membantu supaya 3 masalah oblikasi dengan nilai US$ 6,5 miliar untuk kendaraan investasi.

Malaysia pada pekan ini diketahui telah mengajukan tuntutan pidana atas Bank serta 2 mantan karyawannya. Mereka dituduh telah mengambil bagian dari dalam skema untuk bisa mencuri uang di dalam jumlah yang besar sambil mengumpulkan uang tunai dari pendanaan itu.

Lim Guang Eng menjelaskan untuk Financial Times bila Goldman harus mengembalikan US$ 6,5 miliar yang diangkat ke dalam penerbitan obligasi. Ia juga menjelaskan bila perusahaan tersebut harus bisa menambah pembayaran US$ 1 miliar untuk bisa menutupi biaya yang sudah mereka dapatkan ditambah dengan pembayaran bunga obligasi.

“Kami tidak hanya melihat biaya (penerbitan) dan penerbitan (volume) saja. Kami mencari jumlah yang jauh lebih besar,” ujar Lim.

Goldman sendiri menjelaskan bila akan melawan tuduhan yang telah diajukan oleh Malaysia dan memberikan informasi bila para anggota pemerintah sebelumya, di Kuala Lumpur serta karyawan 1MDB berbohong pada mereka. Goldman mengatakan bila sebagaimana dilaporkan pada Financial Times, sebagian besar uang yang dihimpun di dalam masalah obligasi itu dicuri dengna kepentingan anggota pemerintah Malaysia serta rekan mereka.

Eks Bankir Goldman yang disebutkan pada dakwaan Malaysia itu merupakan Tim Leissner. Ia bekerja sebagia Ketua Asia Tenggara dan Eks Direktur Pelaksana Ng Chong Hwa.

Advertisements

Internasional

Majalah Vogue Minta Maaf karena Salah Identifikasi Jurnalis

Published

on

Majalah Vogue telah meminta maaf oleh karena salah mengidentifikasi jurnalis Muslim Amerika Serikat, Noor Tagouri sebagai aktris Pakistan di dalam Edisi Februari 2019 mereka.

Wanita yang berusia 24 tahun tersebut mengatakan bahwa Ia merasa hancur usai menemukan nama Noor Bukhari dicetak pada sebelah fotonya.

Tagouri mengatakan bahwa kesalahan ini menjadi masalah yang konstan untuk muslim di Amerika Serikat.

Ia pun juga mendapatkan dukungan luas di media sosial oleh karena menyuarakan hal tersebut. Di Instagram, jurnalis serta aktivis itu membagikan sebuah video yang diambil langsung oleh suaminya waktu Ia membuka majalah untuk pertama kalinya.

Pada mulanya, Ia kesenangan, “Keren sekali! Saya sangat senang.”

Lalu, saat Ia menyadari ada kesalahan, Ia pun berkata, “Tunggu, tunggu”. Dia nampak tak percaya, menutup majalah dan berkata, “Apakah ini bercanda?”

Advertisements
Continue Reading

Internasional

Hakim Batalkan Peraturan Baru Donald Trump

Published

on

Satu orang hakim federal Amerika Serikat sudah mementahkan peraturan baru yang digaungkan Presiden Donald Trump mengenai keluarga berencana.

Aturan tersebut pada mulanya memperbolehkan perusahaan dan pemberi asuransi untuk menolak menyediakan alat kontrasepsi kalau hal tersebut melanggar keyakinan agama atau prinsip moral.

Kalau tak ada masalah, aturan tersebut bakal berlaku di Amerika Serikat pada 14 Januari 2019.

Tetapi, Hakim Wendy Beetleston dari Philadelphia mengabulkan permintaan dari Jaksa Negara Bagian Pennsylvania dan New Jersey agar bisa menolak aturan itu.

Hakim menganggap bahwa aturan tersebut akan mempersulit banyak perempuan mendapatkan alat kontrasepsi secara gratis dan akan menjadi beban untuk banyak negara bagian.

Putusan itu sejalan dengan putusan dari seorang hakim di Negara Bagian California yang hanya mencakup 13 negara bagian dan Washington DC.

Pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama, ada sekitar 55 juta perempuan bisa mendapatkan manfaat dari aturan Keluarga Berencana yang mewajibkan semua perusahaan menyediakan alat kontrasepsi secara gratis.

Tetapi, Trump sebelumnya berjanji akan menghapus kewajiban itu.

Advertisements
Continue Reading

Internasional

Dampak Buruk Trump Tarik Pasukan dari Suriah

Published

on

Seorang pangeran senior di Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Turki Al-Faisal mengatakan bila penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah bakal memperburuk kondisi di negara yang masih dilanda perang itu.

Di dalam wawancara dengan BBC, Pangeran Turki itu mengatakan bila dunia kini bersalah oleh karena menelantarkan warga Suriah serta rencana dari penarikan pasukan AS.

“Tindakan AS, dari sudut pandang saya, akan semakin membuat situasinya lebih kompleks, dan bukannya malah menciptakan solusi, dan ini membuat tidak saja Iran semakin berpengaruh, namun juga Rusia dan Bashar al-Assad.” terangnya.

“Jadi dari sudut pandang tersebut tentu saja ini merupakan perkembangan yang sangat negatif.”

Presiden AS, Donald Trump diketahui menyatakan kemenangan atas ISIS di Suriah dan menyatakan bila Ia akan menarik 2 ribu tentaranya dari negara itu.

Pangeran Faisal menuturkan kalau mundurnya Menteri Pertahanan AS, James Mattis juga tak membantu keadaan.

“Jelas sekali dia berbeda pendapat dengan pemerintah mengenai kebijakan di Suriah, jadi dalam konteks ini kalau dia masih menjabat ini akan berarti pertanda lebih positif bagi kebijakan untuk tetap berada di sana.”

Pangeran Faisal tak lagi punya jabatan di dalam pemerintahan Arab Saudi tetapi BBC mengatakan bahwa pandangannya kemungkinan besar menggambarkan pandangan resmi dari pemerintah Arab Saudi.

Advertisements
Continue Reading

Trending