Advertisements
Connect with us

Internasional

5 Momen Unik yang terjadi di KTT G20 Argentina

Published

on

Pemimpin dunia diketahui telah mendiskusikan tentang ancaman-ancaman di pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Argentina. Mereka membahas terutama tentang perang dagang dan perubahan iklim dunia.

Tetapi, pada kenyataannya apa yang terjadi di KTT G20 tak seburuk yang dibayangkan. Seperti disalin Baca.news dari laman AFP, inilah 5 momen unik yang terjadi di sana.

1. Jabat Tangan MBS, Macron dan Putin

Perhatian tertuju kepada Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman yang tengah terjerat kasus pembunuhan Kashoggi di Istanbul, Turki. Tetapi, MBS justru berhasil berbaur dengan pemimpin di sana. Bahkan, MBS juga sempat berjabat tangan dengan Putin dan Macron.

2. Diplomasi Putin

Di dalam pertemuan dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, Putin terlihat menggambar sebuah sketsa Peta Selat Kerch. Hal ini diutarakan oleh staf delegasi dari Prancis.

“Putin mengeluarkan selembar kertas dan membuat sketsa laut dan selat, ia mencoba menjelaskan rute yang diambil kapal Ukraina melalui wilayah laut netral kemudian memasuki wilayah teritorial (Rusia),” terang staff delegasi itu.

3. NAFTA

Berada di bawah ancaman perang dagang yang semakin memburuk, Kanada dan Meksiko memperlihatkan keberhasilan yang gemilang pada hari pertama. Mereka menandatangani berupa Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara atau NAFTA.

4. Presiden Argentina Menangis

Momen emosional diperlihatkan Presiden Argentina, Mauricio Macri yang mungkin kelelahan sebagai tuan rumah di KTT G20. Ia menangis pada waktu penari di atas panggung menyudahi pertunjukkan mereka dengan diiringi nyanyian ‘Argentina, Argentina’ yang dipertontonkan dengan kebudayaan Argentina.

5. Kemenangan Trump

Setelah kemenangan Donald Trump di Pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2016 kemarin, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dengan sangat cepat membangun hubungan hangat dengan Amerika Serikat. Tetapi, pujian dari Abe di pertemuan mereka menjadikan sebuah kebingungan.

“Saya ingin mengucapkan selamat atas kemenangan bersejarah Anda dalam pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat,” ucap Abe ke Trump.

Partai Republik yang mengusung Trump diketahui telah kehilangan 40 kursi di House of Representatives Amerika Serikat di 6 November 2018 kemarin.

Advertisements
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Internasional

Majalah Vogue Minta Maaf karena Salah Identifikasi Jurnalis

Published

on

Majalah Vogue telah meminta maaf oleh karena salah mengidentifikasi jurnalis Muslim Amerika Serikat, Noor Tagouri sebagai aktris Pakistan di dalam Edisi Februari 2019 mereka.

Wanita yang berusia 24 tahun tersebut mengatakan bahwa Ia merasa hancur usai menemukan nama Noor Bukhari dicetak pada sebelah fotonya.

Tagouri mengatakan bahwa kesalahan ini menjadi masalah yang konstan untuk muslim di Amerika Serikat.

Ia pun juga mendapatkan dukungan luas di media sosial oleh karena menyuarakan hal tersebut. Di Instagram, jurnalis serta aktivis itu membagikan sebuah video yang diambil langsung oleh suaminya waktu Ia membuka majalah untuk pertama kalinya.

Pada mulanya, Ia kesenangan, “Keren sekali! Saya sangat senang.”

Lalu, saat Ia menyadari ada kesalahan, Ia pun berkata, “Tunggu, tunggu”. Dia nampak tak percaya, menutup majalah dan berkata, “Apakah ini bercanda?”

Advertisements
Continue Reading

Internasional

Hakim Batalkan Peraturan Baru Donald Trump

Published

on

Satu orang hakim federal Amerika Serikat sudah mementahkan peraturan baru yang digaungkan Presiden Donald Trump mengenai keluarga berencana.

Aturan tersebut pada mulanya memperbolehkan perusahaan dan pemberi asuransi untuk menolak menyediakan alat kontrasepsi kalau hal tersebut melanggar keyakinan agama atau prinsip moral.

Kalau tak ada masalah, aturan tersebut bakal berlaku di Amerika Serikat pada 14 Januari 2019.

Tetapi, Hakim Wendy Beetleston dari Philadelphia mengabulkan permintaan dari Jaksa Negara Bagian Pennsylvania dan New Jersey agar bisa menolak aturan itu.

Hakim menganggap bahwa aturan tersebut akan mempersulit banyak perempuan mendapatkan alat kontrasepsi secara gratis dan akan menjadi beban untuk banyak negara bagian.

Putusan itu sejalan dengan putusan dari seorang hakim di Negara Bagian California yang hanya mencakup 13 negara bagian dan Washington DC.

Pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama, ada sekitar 55 juta perempuan bisa mendapatkan manfaat dari aturan Keluarga Berencana yang mewajibkan semua perusahaan menyediakan alat kontrasepsi secara gratis.

Tetapi, Trump sebelumnya berjanji akan menghapus kewajiban itu.

Advertisements
Continue Reading

Internasional

Dampak Buruk Trump Tarik Pasukan dari Suriah

Published

on

Seorang pangeran senior di Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Turki Al-Faisal mengatakan bila penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah bakal memperburuk kondisi di negara yang masih dilanda perang itu.

Di dalam wawancara dengan BBC, Pangeran Turki itu mengatakan bila dunia kini bersalah oleh karena menelantarkan warga Suriah serta rencana dari penarikan pasukan AS.

“Tindakan AS, dari sudut pandang saya, akan semakin membuat situasinya lebih kompleks, dan bukannya malah menciptakan solusi, dan ini membuat tidak saja Iran semakin berpengaruh, namun juga Rusia dan Bashar al-Assad.” terangnya.

“Jadi dari sudut pandang tersebut tentu saja ini merupakan perkembangan yang sangat negatif.”

Presiden AS, Donald Trump diketahui menyatakan kemenangan atas ISIS di Suriah dan menyatakan bila Ia akan menarik 2 ribu tentaranya dari negara itu.

Pangeran Faisal menuturkan kalau mundurnya Menteri Pertahanan AS, James Mattis juga tak membantu keadaan.

“Jelas sekali dia berbeda pendapat dengan pemerintah mengenai kebijakan di Suriah, jadi dalam konteks ini kalau dia masih menjabat ini akan berarti pertanda lebih positif bagi kebijakan untuk tetap berada di sana.”

Pangeran Faisal tak lagi punya jabatan di dalam pemerintahan Arab Saudi tetapi BBC mengatakan bahwa pandangannya kemungkinan besar menggambarkan pandangan resmi dari pemerintah Arab Saudi.

Advertisements
Continue Reading

Trending