Advertisements
Connect with us

Infrastruktur

Simpang Susun Semanggi Salah Satu Contoh Pembangunan Infrastruktur Tanpa Utang

Published

on

Pembangunan infrastruktur tanpa utang sedang menjadi sorotan usai Sandiaga Uno mengutarakan rencananya itu di dalam janji kampanye.

Mengenai infrastruktur yang dibangun tanpa utang, Indonesia ternyata telah memiliki beberapa pengalaman. Adapun salah satu contohnya ialah pembangunan infrastruktur Simpang Susun Semanggi yang panjangnya 1,6 kilometer.

Adapun groundbreaking proyek ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada April 2016 silam dengan biaya Rp345,067 miliar.

Walaupun tercatat sebagai proyek Pemprov DKI Jakarta, pembangunan infrastruktur ini tak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bahkan, Pemprov DKI juga tak melakukan utang.

Menurut data dari Pemprov DKI Jakarta, proyek itu dibiayai oleh dana kompensasi atas kelebihan Koefisien Luas Bangunan (KLB) dari PT Mitra Pancar Persada, anak perusahaan Mori Building Company yang berasal dari Jepang.

KLB merupakan salah satu instrumen penataan ruang yang diatur dalam UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Pengembang hanya dapat membangun dengan luas dan tinggi bangunan sesuai dengan ketentuan yang tertuang di dalam izin yang diberikan.

Kalau ada kelebihan, maka pengembang wajib membayar kompensasi atau seperti denda. Dengan cara itulah, Pemprov DKI Jakarta mendorong para pengembang bisa lebih tertib membangun sesuai dengan izin yang diberikan. Bahkan, Pemprov DKI juga mempunyai tambahan anggaran untuk bisa melakukan pembangunan infrastruktur di daerah kerjanya.

Dengan begitu, APBD dapat digunakan untuk membiayai program lainnya yang mungkin lebih bermanfaat langsung terhadap masyarakat.

Advertisements
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Infrastruktur

Pembangunan 3 Paket Tol Japek II Selatan

Published

on

Tol Jakarta-Cikampek II Selatan punya jalur sepanjang 62 kilometer. Pembangunan konstruksi bakal dimulai di daerah Sadang.

Dirut PT Jasamarga Japek Selatan (JJS), Dedi Krisnariawan Sunoto menjelaskan bila proyek tersebut bakal selesai pada tahun 2021 mendatang.

“2021 lah selesai,” tukasnya.

Tol Japek II Selatan bakal mempunyai 3 paket pengerjaan. Paket pertama berlokasi di daerah Jati Asih-Setu, lalu paket kedua ialah Setu-Taman Mekar dan pada paket ketiga ada di Taman Mekar-Sadang.

Ia mengatakan mengenai paket 3 akan selesai pada akhir tahun 2020 mendatang sedangkan untuk paket 1 dan 2 ditargetkan bakal selesai di tahun 2021 mendatang.

“Harapan kami untuk paket 3 ini akhir tahun depan sudah selesai lah 2020 akhir kira-kira bulan November dan Desember, paket 2 mudah-mudahan harapan kami pertengahan 2021 semester 1, lalu paket 1 akhir 2021 semester 2,” ungkapnya.

Pengerjaan dari konstruksi bakal dilakukan bersamaan dengan pembebasan lahan. Hal tersebut dilakukan untuk bisa mempercepat pengerjaan proyek supaya bisa diselesaikan dengan target yang sesuai.

“Sambil proses pembebasan tanah akan kami mulai konstruksi duluan, jadi untuk mempercepat waktu lah, jadi juga cukup banyak lahan yang ada seperti Perhutani, Citarum dan Sadang, jadi kami tinggal proses pembebasan tanah sambil pararel dengan konstruksi, kalau kita nunggu selesai semua ya mungkin akan sangat-sangat lama,” terangnya.

Advertisements
Continue Reading

Infrastruktur

Bupati Banyuwangi: Saya Yakin Tol Trans Jawa Berdampak Positif

Published

on

Polemik mengenai trase jalan tol Probolinggo-Banyuwangi diketahui mengalami pergeseran rute melalui daerah Jember. Hal ini ternyata tak dipermasalahkan oleh Pemkab Banyuwangi. Menurutnya, adanya tol Trans Jawa ini sudah dipastikan bakal mengangkat ekonomi masyarakat.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anak menjelaskan bila Trans Jawa yang menuju ke Banyuwangi menjadi pintu gerbang perkembangan dan percepatan pembangunan ekonomi di Banyuwangi. Tak cuma itu saja, kunjungan wisata ke Banyuwangi juga akan semakin banyak.

“Kami tidak mempermasalahkan lokasi pembangunan itu (Tol Trans-Jawa). Via Jember mau pun Situbondo kita terima saja. Karena saya yakin adanya tol Trans Jawa akan berdampak untuk percepatan perekonomian dan pembangunan sisi Timur Jawa. Banyuwangi yang sudah dikenal sebagai destinasi wisata, akan semakin banyak dikunjungi karena akses jalan akan semakin mudah,” tegas Bupati Anas.

Kini, Banyuwangi telah tumbuh menjadi destinasi kelas dunia. Angka kunjungan wisatawannya meroket dengan sangat tinggi.

Sebelumnya, Banyuwangi diketahui hanya dikunjungi oleh 600 ribu wisatawan domestik saja, tetapi saat ini, Banyuwangi sudah dikunjungi sampai dengan 4,9 juta wisatawan.

“Jumlah arus masuk wisman tumbuh 691%, ada di level 98.970 orang. Di 2010 angkanya hanya 12.500 orang. Rata-rata wisman memiliki kemampuan spending hingga Rp 2,7 Juta per trip. Sedangkan Wisnus rata-rata spendingnya sekitar Rp 1,543 Juta. Spending para wisatawan ini pun menghadirkan perputaran sekitar Rp 7,7 Triliun per tahun,” ujar Bupati Anas.

Perkembangan ini sangat jelas membuat perekonomian Banyuwangi meningkat dengan sangat tinggi dengan tumbuh di level 5,6 persen. Pertumbuhan ini unggul dengan ekonomi nasional 0,53% dan unggul 0,15% dari Jawa Timur.

Perkembangan tersebut jelas semakin membuat perekonomian Banyuwangi pun meningkat hingga tumbuh di level 5,6%. Pertumbuhan tersebut unggul dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,53% dan unggul 0,15% dari Jawa Timur.

 

Advertisements
Continue Reading

Infrastruktur

Tol Probolinggo-Banyuwangi, Kepala BPJT: Seksi I ke Situbondo

Published

on

Proyek tol Trans Jawa diketahui masih menyisakan ruas Probolinggo sampai Banyuwangi. Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah meresmikan pengoperasian Trans Jawa sampai ke Grati, Pasuruan.

Berdasarkan Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna, tol Trans Jawa ruas Probolinggo-Banyuwangi masih dalam tahap pengadaan tanah. Sampai dengan saat ini, perkembangan paling baru ialah penetapan lokasi di Seksi I, Probolinggo-Situbondo.

“Sudah diusulkan ke Gubernur penentuan lokasi, yang sudah keluar penentuan lokasinya Seksi I dari Probolinggo ke Situbondo. Lainnya bertahap, nanti menyusul,” terang Herry.

Herry juga mengatakan bila proyek tol Probolinggo-Banyuwangi bakal selesai di tahun 2021. Mengenai konstruksinya bakal dimulai pada tahun depan dengan konstruksi Seksi I, Probolinggo-Situbondo.

“Untuk Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi), penentuan lokasi kan udah bergerak, mudah-mudahan 2019 udah bisa konstruksi, kalau tanahnya sudah tersedia,” ucap Herry.

Ia juga mengutarakan bila targetnya pada tahun 2021, Tol Trans Jawa bisa diselesaikan secara keseluruhan yang artinya dapat terhubung hingga ke Banyuwangi.

“2021 bisa selesai keseluruhan sampai Banyuwangi. Kita liat nanti, kalau bisa kita percepat,” ujar Herry.

Proses dari penyambungan Grati ke Probolinggo sampai dengan saat ini juga masih dalam pengerjaan.

“Kalau konstruksi kan udah operasi sampai Grati, nanti yang 32 km lagi, sampai Probolinggo nanti awal tahun,” tutupnya.

Advertisements
Continue Reading

Trending