Advertisements
Connect with us

Hukum

PNS Patungan untuk Bantu Terpidana Korupsi

Published

on

Pemerintah Kota Batam mengatakan kalau pernah mengeluarkan surat edaran yang meminta untuk para pegawai negeri sipil agar bisa uruna dalam membantu terpidana korupsi, Abd Samad yang merupakan eks PNS di instansi terkait pada 26 Desember 2018 kemarin.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Sekda Kota Batam, H Jefridin, pemkot mendesak supaya OPD dan semua pegawai di lingkungan pemkot Batam agar bisa meringatnkan beban hukuman dari Abd Samad, Eks Kasubbag Bansos Bagian Kesra Sekda Kota Batam yang tersandung kasus korupsi.

Mahmakah Agung telah menjatuhi hukuman 4 tahun penjara serta denda senilai Rp626,36 juta untuk Abd Samad mengenai kasus hibah bantuan sosial Pemkot Batam untuk guru TPQ pada tahun 2011.

Berdasarkan surat tersebut, kalau Abd Samad yang ditahan itu tak membayar denda, maka hukumannya bakal ditambah menjadi 5 tahun 6 bulan.

Tetapi, kalau Ia bisa membayar, maka akan bebas pada akhir Desember 2018. Surat tersebut juga turut ditembuskan ke Wali Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Batam dan juga Inspektorat Daerah Kota Batam.

Kepala BKPSDM, M Sahir juga telah membenarkan kalau isi surat tersebut benar adanya. Tujuannya lantaran untuk membantu meringankan beban denda yang harus ditanggung oleh terpidana.

“Dasarnya sederhana sekali, ini terkait jiwa korsa terhadap sesama pegawai,” tegas Sahir di Kantor Wali Kota Batam kepada wartawan Muhammad Zuhri, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

“Maka kami ajak kawan-kawan untuk meringankan hukumannya,” katanya. Namun setelah surat tersebut menjadi viral di masyarakat, Sahir mengakui hal itu adalah sebuah kesalahan. Ke depan, katanya, ketika pihak pemerintah kota mengajak para PNS menunjukkan jiwa korsa mereka, hal itu dapat dilakukan secara lisan saja. “Ataupun bisa koordinasi dengan pihak Korpri saja, mungkin akan lebih tepat, tapi saat ini dana bantuan itu belum terkumpul,” sambungnya.

Advertisements
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hukum

Penilaian HRW untuk Perlindungan HAM di Indonesia

Published

on

Human Rights Watch (HRW) telah mengeluarkan laporan tahunan mengenai hak asasi manusia dari seluruh dunia, termasuk juga Indonesia.

Menurut laporan World Report 2019, HRW telah memberikan penilaian serta catatan dari Indonesia, seperti kebebasan beragama, berekspresi, hak perempuan, difabel hingga kasus Papua Barat.

Sepanjang tahun 2018 kemarin, HRW menganggap bahwa Indonesia mengambil langkah yang kecil untuk melindungi warga yang hak-haknya sudah sangat rentan dirampas.

Pemerintah Indonesia telah berjanji melindungi toleransi kehidupan beragama seperti yang telah diutarakan oleh Presiden pada 16 Agustus kemarin.

Namun HRW menilai kalau pemerintahannya masih belum bisa membuat kebijakan yang berarti untuk perlindungan HAM.

“Presiden Jokowi memilih tidak menggunakan kemampuan politiknya untuk mencabut peraturan diskriminatif atau melindungi minoritas dari pelecehan,” tegas Elaine Pearson, Direktur HRW di Australia.

“Ini tidak hanya meningkatkan risiko di antara kelompok-kelompok yang terpinggirkan, tetapi juga mendorong kelompok militan Islam,” ungkap pernyataan yang dikutip dari situs resmi HRW.

Advertisements
Continue Reading

Hukum

Kakek 80 Tahun Bakar Istri dalam Mobil

Published

on

Satu orang kakek yang berusia 80 tahun telah ditangkap di Jepang oleh karena membunuh istrinya sendiri. Kakek bernama Masahiro Miyabara tersebut telah emmbunuh istrinya dengan cara membakarnya di dalam mobil.

Seperti disalin Baca.news dari Japan Today, peristiwa itu terjadi siang hari sekitar 14.30 waktu setempat.

Masahiro dengan tega membakar istrinya, Masuko Miyabara yang duduk di dalam mobil pada sebuah jalan kosong di Kanazawa, Prefektur Ishikawa.

Kepolisian mengatakan kalau Masuko yang duduk di kursi penumpang bagian depan itu diguyur dengan minyak lalu dibakar olehnya.

Ada satu orang pengendara yang lewat lokasi itu lalu melihat apa yang telah terjadi. Ia kemudian melaporkan hal itu ke polisi.

Sesaat kemudian, polisi bersama dengan petugas lainnya datang dan memadamkan api tersebut. Masuko yang menderita luka bakar itu dilarikan ke rumah sakit, tapi tak tertolong.

Masahiro ada di lokasi dengan luka bakar di kaki.

Advertisements
Continue Reading

Hukum

Pelaku Pembunuhan WNI di Malaysia Masih Diburu Polisi

Published

on

Kepolisian Malaysia diketahui terus saja menyelidiki kasus pembunuhan dari seorang wanita Indonesia yang telah ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya.

Polisi mengatakan kalau sampai dengan saat ini tengah memburu kekasih dari korban yang ternyata juga seorang warga Indonesia. Ia sekarang telah menjadi buronan.

Jenazah dari korban yang diidentifikasi itu diketahui bernama Jamilah Mat Shaari yang berusia 33 tahun. Pada waktu ditemukan, korban tengah tergeletak di atas kasur kamarnya dengan kondisi tanpa busana.

Autopsi Postmortem juga sudah dilakukan terhadap jenazah korban di Rumah Sakit Serdang. Hasilnya menunjukkan kalau korban meninggal dunia oleh karena tercekik.

Menurut laporan postmortem juga memperlihatkan kalau tidak ada luka-luka lain pada tubuh korban, termasuk juga tak ada tanda-tanda bekas kekerasan ataupun pemerkosaan.

Motif dari pembunuhan tersebut diketahui masih diselidiki lebih lanjut, tetapi, untuk dugaan sementara ialah adanya kesalahpahaman atau kecemburuan.

“Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa korban yang diyakini memiliki seorang kekasih asal Indonesia yang pernah melamarnya sekali,” tegas Kepala Kepolisian Distrik Serdang, Ismadi Borhan.

“Polisi saat ini sedang melacak sang kekasih yang melarikan diri,” sambungnya.

Advertisements
Continue Reading

Trending