Advertisements
Connect with us

Ekonomi

Ridwan Kamil Minta Bank BJB Perhatikan UMKM

Published

on

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta untuk Bank BJB bisa mengambil peran di dalam perlindungan kepada masyarakat supaya tak terjerat rentenir. Apalagi saat ini para rentenir sudah bertransformasi dengan memanfaatkan platform digital yang saat ini kita kenal dengan sebutan Fintech (Financial and Technology).

“Saya menemui fenomena fintech harus diwaspadai. Karena para rentenir juga menggunakan teknologi. Terus punya asosiasi dan aplikasi. Rentenir yang harus dilawan sudah bermutasi lebih kreatif dan canggih. Masa kita kalah,” terangnya.

Tak cuma itu saja, di dalam sambutannya, pria yang biasa disapa dengan nama Kang Emil ini juga meminta untuk Bank BJB bisa melakukan inovasi, terutama untuk pembiayaan kredit usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM.\

Emil mengatakan bahwa dirinya melihat bahwa pembiayaan kredit yang dikeluarkan oleh Bank BJB untuk sektor UMKM masih belum baik.

“Kedua, hampir 60% pergerakan ekonomi kita ada di UMKM. Jawa Barat adalah provinsi UMKM bukan provinsi konglomerasi. Sehingga kami melihat ada peluang yang harus ditingkatkan terkait dukungan kepada mikro dan menengah dengan cara-cara baru yang kami harapkan,” tegasnya.

“Kami apresiasi consumer banking-nya yang juara. Tapi kami mendapati ada area yang merupakan kebutuhan khususnya para pemegang saham para kepala daerah. Bagaimana membangun pasar, jalan juga bisa dibiayai Bank bjb dengan skema-seka yang saya kira baik. Itu salah satu pemikiran yang harus dipikirkan,” lanjutnya.

Ia menilai bahwa seluruh fenomena yang ada di sini menjadi tantangan yang harus dipikirkan agar bisa mengarah pada bisnis Bank BJB di 5-10 tahun mendatang.

“Inilah tantangan-tantangan yang harus kita rumuskan dalam 5-10 tahun ke depan. Sehingga Bank bjb ini jadi sangat dimuliakan di hati rakyat,” tutupnya.

Advertisements
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Ada 7 Dari 10 Indeks Sektoral Berakhir pada Teritori Positif

Published

on

Seperti diketahui bahwa pada perdagangan kemarin, IHSG telah ditutup dengan penguatan senilai 0,16% ke level 6,423,78.

Ada 7 dari 10 indeks sektoral yang berakhir pada teritori positif di mana sektor Industri Dasar dan Keuangan memimpin dengna penguatan masing-masing senilai 0,76% dan 0,49%.

Ada juga saham yang menjadi penggerak dari indeks yaitu UNVR, BBCA, BBRI, BMRI, UNTR.

Penguatan ini terjadi pada indeks seiring dengan hasil dari Rapat Dewan Gubernur BI yang mempertahankan BI 7-Days Repo Rate Bulan Januari 2019 dengan level 6%.

Keputusan itu juga masih sesuai dengan ekspektasi dari para pelaku pasar sebelumnya yang mengatakan kalau BI bakal tetap menahan suku bunga acuannya.

Para pelaku pasar asing membukukan aksi beli bers senilai Rp1,61 triliun. Nilai tukar rupiah juga terdepresiasi senilai 0,72% ke level 14,192.

Sedangkan untuk indeks utama Bursa Wall St ditutup dalam teritori positif, Indeks Dow Jones naik 0,67%, S&P sempat menguat 0,75% lalu Nasdaq juga naik 0,71%.

 

Advertisements
Continue Reading

Ekonomi

IHSG Dibuka dengan Hijau pada Pagi Ini

Published

on

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah dibuka hijau pada pagi ini. IHSG membuka perdagangan saham pada pagi ini dengan posisi naik 20.43 poin atau sekitar 0,32 persen ke level 6.444,213.

Sedangkan untuk nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah pada pagi hari ini ada di level Rp14.160.

Untuk perdagangan pre opening, IHSG naik 20,43 poin (0,32%) ke level 6.444,213. Indeks LQ45 juga bertambah 5,109 poin (0,50%) ke 1.030,018.

Saat membuka perdagangan, IHSG juga melanjutkan dengan menunjukkan adanya penguatan 23,807 poin (0,37%) ke level 6.447,587. Indeks LQ45 juga naik 4,763 poin (0,46%) ke 1.029,672.

Kemudian, sekitar pukul 09.05 JATS, IHSG masih bergerak positif, naik 20,583 poin (0,32%) ke 6.444,363. Indeks LQ45 juga naik 3,585 poin (0,35%) ke 1.028,494.

Penguatan yang telah terjadi di indeks ini seiring dengan hasil Rawat Dewan GUbernur Bank Indonesia yang diketahui tetap mempertahankan BI 7-Days Repo Rate Bulan Januari 2019 dengan level 6%.

Keputusan itu diketahui juga masih sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar sebelumnya yang menganggap bahwa BI bakal tetap menahan suku bunga acuannya.

Sedangkan untuk indeks utama bursa Wall St ditutup dengan teritori positif, Indeks Dow Jones juga naik 0,67% lalu S&P menguat 0,76% dan Nasdaq ke 0,71%.

Ini pergerakan Bursa Asia:

Indeks Nikkei 225 naik 1,29% ke 20.666,119
Indeks Hang Seng naik 1,15% ke 27.602,711
Indeks Komposit Shanghai naik 0,92% ke 2.583,110
Indeks Strait Times turun 0,52% ke 3.231,260

Advertisements
Continue Reading

Ekonomi

Pergerakan Dolar-Rupiah selama Tahun 2018

Published

on

Nilai dari tukar rupiah atas dolar AS diketahui mengalami naik turun sejak awal tahun 2018 kemarin. Mulai dari di atas angin hingga tertekan dengan sangat kuat.

Seperti disalin Baca.news dari laman Reuters, pada Januari 2018 kemarin, dola rAS terus melemah hingga ke Rp13.289. Bahkan trend ini terus berlangsung sampai dengan akhir bulan Januari.

Namun pada bulan Februari 2018, dolar AS menguat lagi, pada akhir bulan tercatat mencapai angka hingga Rp13.745.

Lalu di bulan Maret 2018, dolar AS mulai seimbang, dolar AS sepanjang bulan ada di sekitar Rp13.700-an. Namun rupiah kembali melemah di bulan Mei 2018 ke angka Rp14.000. Kemudian pada tanggal 10 Mei berkisar antara Rp14.080-Rp14.185.

Pada awal bulan Juni, rupiah diketahui kembali menguat ke angka Rp14.000 namun pada akhir bulan Juni justru melemah sampai ke angka Rp14.390.

Dolar AS juga terus memperlihatkan keperkasaannya setelah ditopang oleh gejolak perekonomian global di tambah lagi trend kenaikkan suku bunga The Fed.

Lalu pada 5 September 2018, dolar AS bahkan tembus ke angka Rp14.935 lalu untuk pertama kalinya, dolar AS tembus di angka Rp15.001 pada 2 Oktober 2018. Bahkan terus meningkat hingga ke angka Rp15.180 yang bertahan selama beberapa hari.

Pada tanggal 11 Oktober 2018, dolar AS telah berhasil menembus ke angka Rp15.235 yang menjadi level tertinggi di tahun itu. Bahkan, oleh karena tingginya nilai dolar AS ini, BI melakukan invervensi di Pasar Valuta Asing.

Sampai dengan akhir tahun, dolar AS tercatat stabil ada di kisaran Rp14.400-Rp14.500.

Advertisements
Continue Reading

Trending