Advertisements
Connect with us

Ekonomi

Dirjen Pajak Kemenkeu Ungkap Sektor yang Naik-Turun

Published

on

Realisasi pajak sampai dengan bulan November 2018 diketahui mencapai Rp1.136,62 triliun. Pencapaian itu sebanyak 79,82% dari target yang diinginkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai 1.424 triliun.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Robert Pakpahan menjelaskan kalau sektor yang meningkat dengan lambat adalah industri pengolahan.

Realisasi penerimaan dari sektor industri pengolahan diketahui tercatat Rp315,13 triliun, naik sekitar 12,74 persen. Pada tahun kemarin, meningkat sebanyak 18,39%.

“Kita sedikit ada perlambatan pertumbuhan di industri pengolahan. Padahal PPN impor tinggi berarti itu banyak konsumsi yang diimpor. Kalau importasinya barang manufacturing, harusnya industri pengolahan tumbuh,” ucap Robert.

Adapun sektor lainnya yang juga mengalami perlambatan adalah pertanian dengan pertumbuhan 25,11%. Lebih lambat jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun kemarin yaitu 27,20%.

Untuk sektor lainnya yang mengalami pertumbuhan cepat yaitu realisasi pajak di sektor perdagangan Rp208,52 triliun atau tumbuh 26,64% yang pada tahun kemarin 23,78%.

Untuk jasa keuangan dan asuransi juga diketahui tengah melesat dengan pertumbuhan 12,07% yaitu lebih tinggi dibandingkan dengan tahun kemarin yang hanya 3,57%.

“Kredit growth memang tahun ini lebih bagus dari tahun lalu. Tahun ini 12%, tahun lalu 8-9% kredit perbankan naik,” ungkapnya.

Advertisements
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ekonomi

Ada 7 Dari 10 Indeks Sektoral Berakhir pada Teritori Positif

Published

on

Seperti diketahui bahwa pada perdagangan kemarin, IHSG telah ditutup dengan penguatan senilai 0,16% ke level 6,423,78.

Ada 7 dari 10 indeks sektoral yang berakhir pada teritori positif di mana sektor Industri Dasar dan Keuangan memimpin dengna penguatan masing-masing senilai 0,76% dan 0,49%.

Ada juga saham yang menjadi penggerak dari indeks yaitu UNVR, BBCA, BBRI, BMRI, UNTR.

Penguatan ini terjadi pada indeks seiring dengan hasil dari Rapat Dewan Gubernur BI yang mempertahankan BI 7-Days Repo Rate Bulan Januari 2019 dengan level 6%.

Keputusan itu juga masih sesuai dengan ekspektasi dari para pelaku pasar sebelumnya yang mengatakan kalau BI bakal tetap menahan suku bunga acuannya.

Para pelaku pasar asing membukukan aksi beli bers senilai Rp1,61 triliun. Nilai tukar rupiah juga terdepresiasi senilai 0,72% ke level 14,192.

Sedangkan untuk indeks utama Bursa Wall St ditutup dalam teritori positif, Indeks Dow Jones naik 0,67%, S&P sempat menguat 0,75% lalu Nasdaq juga naik 0,71%.

 

Advertisements
Continue Reading

Ekonomi

IHSG Dibuka dengan Hijau pada Pagi Ini

Published

on

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah dibuka hijau pada pagi ini. IHSG membuka perdagangan saham pada pagi ini dengan posisi naik 20.43 poin atau sekitar 0,32 persen ke level 6.444,213.

Sedangkan untuk nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah pada pagi hari ini ada di level Rp14.160.

Untuk perdagangan pre opening, IHSG naik 20,43 poin (0,32%) ke level 6.444,213. Indeks LQ45 juga bertambah 5,109 poin (0,50%) ke 1.030,018.

Saat membuka perdagangan, IHSG juga melanjutkan dengan menunjukkan adanya penguatan 23,807 poin (0,37%) ke level 6.447,587. Indeks LQ45 juga naik 4,763 poin (0,46%) ke 1.029,672.

Kemudian, sekitar pukul 09.05 JATS, IHSG masih bergerak positif, naik 20,583 poin (0,32%) ke 6.444,363. Indeks LQ45 juga naik 3,585 poin (0,35%) ke 1.028,494.

Penguatan yang telah terjadi di indeks ini seiring dengan hasil Rawat Dewan GUbernur Bank Indonesia yang diketahui tetap mempertahankan BI 7-Days Repo Rate Bulan Januari 2019 dengan level 6%.

Keputusan itu diketahui juga masih sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar sebelumnya yang menganggap bahwa BI bakal tetap menahan suku bunga acuannya.

Sedangkan untuk indeks utama bursa Wall St ditutup dengan teritori positif, Indeks Dow Jones juga naik 0,67% lalu S&P menguat 0,76% dan Nasdaq ke 0,71%.

Ini pergerakan Bursa Asia:

Indeks Nikkei 225 naik 1,29% ke 20.666,119
Indeks Hang Seng naik 1,15% ke 27.602,711
Indeks Komposit Shanghai naik 0,92% ke 2.583,110
Indeks Strait Times turun 0,52% ke 3.231,260

Advertisements
Continue Reading

Ekonomi

Pergerakan Dolar-Rupiah selama Tahun 2018

Published

on

Nilai dari tukar rupiah atas dolar AS diketahui mengalami naik turun sejak awal tahun 2018 kemarin. Mulai dari di atas angin hingga tertekan dengan sangat kuat.

Seperti disalin Baca.news dari laman Reuters, pada Januari 2018 kemarin, dola rAS terus melemah hingga ke Rp13.289. Bahkan trend ini terus berlangsung sampai dengan akhir bulan Januari.

Namun pada bulan Februari 2018, dolar AS menguat lagi, pada akhir bulan tercatat mencapai angka hingga Rp13.745.

Lalu di bulan Maret 2018, dolar AS mulai seimbang, dolar AS sepanjang bulan ada di sekitar Rp13.700-an. Namun rupiah kembali melemah di bulan Mei 2018 ke angka Rp14.000. Kemudian pada tanggal 10 Mei berkisar antara Rp14.080-Rp14.185.

Pada awal bulan Juni, rupiah diketahui kembali menguat ke angka Rp14.000 namun pada akhir bulan Juni justru melemah sampai ke angka Rp14.390.

Dolar AS juga terus memperlihatkan keperkasaannya setelah ditopang oleh gejolak perekonomian global di tambah lagi trend kenaikkan suku bunga The Fed.

Lalu pada 5 September 2018, dolar AS bahkan tembus ke angka Rp14.935 lalu untuk pertama kalinya, dolar AS tembus di angka Rp15.001 pada 2 Oktober 2018. Bahkan terus meningkat hingga ke angka Rp15.180 yang bertahan selama beberapa hari.

Pada tanggal 11 Oktober 2018, dolar AS telah berhasil menembus ke angka Rp15.235 yang menjadi level tertinggi di tahun itu. Bahkan, oleh karena tingginya nilai dolar AS ini, BI melakukan invervensi di Pasar Valuta Asing.

Sampai dengan akhir tahun, dolar AS tercatat stabil ada di kisaran Rp14.400-Rp14.500.

Advertisements
Continue Reading

Trending